Jauh aku cari dimana rahsia hati...
Hingga sekarang tak pernah kutemui...
Dia yang hadir cuma bagai mimpi....
Seketika waktu namun amat berkesan dihati....
Takkan ada mata yang akan memahami....
Beratnya penanggungan ini....
Tak ada fikiran yang akan mengerti...
Rintihan hati ini....
Aku umpama lautan luas...
Tenang di permukaannya....
Pincang di dasarnya....
Mereka melihat aku seperti badut yang hanya tahu ketawa....
Kerana tiada air mata yang mengalir saat aku terluka....
Mereka melihat aku sempurna luarannya....
Tanpa mengetahui kepincangan di dalam jiwa....
Mereka menilai aku seperti boneka bernyawa....
Punya hati namun tiada perasaan apa-apa.....
Namun hati hanya DIA yang tahu.....
Kerana perasaan ini kurniaan DIA....
Demi DIA aku bertahan....
Andai boleh kupinta dariNYA...
Akan ku pinta menjadi manusia tanpa perasaan....
Aku ku pohon dia ambil kurniaan DIA semula....
Kerana entah sampai bila aku bisa bertahan....
Hati sudah letih dengan permainan ini.....
Perasaan sudah sakit dengan cubaan ini....
Jiwa sudah tenat dengan dugaan ini....
Kekuatan sudah patah demi kekusutan ini.....
Aku ingin sekali mengalah....
Mengikut ketentuan takdir....
Berserah pada perjalanan hidup....
Pasrah pada helaian masa....
Namun demi kedegilan...
Demi kegilaan memgejar kebahagiaan...
Aku ulangi kesilapan sama....
Aku ulangi perbuatan serupa....
Aku ulangi percaturan semula....
Diiringi doa moga ini lah destinasinya....
DIA maha penyayang....
Sudah tersurat ini bukan bahagia untuk ku....
Ini bukan destinasi untuk ku bertapak....
Aku perlu melangkah pergi....
Walau langkah ini berat sekali....
Walau langkah ini menghiris luka tersiat pedih...
Aku perlu pergi...
Pergi dan terus menjadi pelarian.....
Sehingga saat aku menemui apa yang dicipta untukku....
Atau sehingga aku lelah dan menutup mata.....
Aku cuma mahukan ketenangan....
Aku cuma inginkan kedamaian....
Andai bersendiri itu ketentuan....
Aku terima percaturan demi sebuah kepercayaan....
" DEMI JANJI MU ILLAHI "
No comments:
Post a Comment